Kamis, 05 Februari 2015

Pengertian Video Mapping

Jum'at,06 Februari 2015

Pagi menjelang siaang semua...

Gimana kabarnya..?
sebelum sholat jum'at saya akan share tentang "video mapping"

Langsung saja Cekidot...



Video mapping merupakan sebuah teknik yang menggunakan pencahayaan dan proyeksi sehingga dapat menciptakan ilusi optis pada obyek - obyek. Obyek – obyek tersebut secara visual akan berubah dari bentuk biasanya menjadi bentuk baru yang berbeda dan sangat fantastis. Perubahan visual tersebut terjadi dari sebuah proyeksi yang menampilkan grafis video digital kepada suatu obyek, benda, atau bidang.

Video Mapping sebagai metode baru yang menarik adalah bagian dari evolusi seni visual. Sebagai manifestasi pencitraan seni visual dan teknologi. Para seniman dapat mewujudkan ide yang mereka desain kedalam materi 3D apapun di dalam bentukan arsitektur.Video Mapping menggabungkan pemetaan film dan video sebagai strategi pertunjukkan. Disatukan dengan perjalanan visual-narasi kita dapat mempromosikan kepekaan lokal & global dari identitas sebuah tempat, orang, dan sejarahnya.


Proses Video Mapping

Biasanya proyeksi – proyeksi tersebut merupakan manipulasi bentuk-bentuk yang sebelumnya telah dibuat dengan menggunakan perangkat lunak / software 2 dimensi atau 3 dimensi. Selain dibuat menggunakan perangkat lunak tersebut, hasil proyeksi juga bisa berasal dari video shooting atau footage yang sudah dibuat secara khusus sebelumnya. Jadi bisa dibilang video mapping merupakan sebuah seni instalasi yang menggabungkan perangkat lunak dan perangkat keras. Prinsip teknologi dibalik video mapping sangatlah sederhana. Beberapa proyektor video yang dikontrol oleh komputer digunakan untuk memproyeksikan gambar atau video kepada sebuah permukaan yang diinginkan. Dari permukaan yang akan diproyeksikan tersebut akan terdeteksi beberapa titik dan kemudian akan dipetakan kedalam komputer. Untuk menciptakan permukaan tersebut menjadi interaktif, pemetaan ini selanjutnya bisa dijadikan berlapis - lapis dengan konten video, gambar tetap, live video feeds, logo, branding, dan lain – lain. Dengan manipulasi proyeksi tersebut, cara pandang kita terhadap obyek, benda, atau bidang tersebut akan berubah. Video mapping memiliki satu persyaratan dasar yang tidak boleh dilanggar, yaitu kegelapan total baik di obyek, benda, atau bidang yang akan disorot maupun lingkungan disekitar obyek, benda, atau bidang tersebut. Dengan memenuhi syarat dasar tersebut, ukuran, bentuk, diam atau bergerak obyek, benda, atau bidang yang akan diproyeksikan tidak menjadi masalah.

Bentuk Awal Video Mapping.
Awalnya video mapping adalah sebuah revolusi dari visualisasi data peta. Dengan merekam sinyal Global Positioning System (GPS) secara langsung pada video tape yang sedang mengambil gambar di lapangan. Pada saat tape tersebut dimainkan di sebuah komputer, akan langsung menghubungkan data-data ini dengan peta digital untuk aksesreview yang mudah. Hasilnya adalah kemajuan dari yang awalnya hanya bisa mengetahui lapangan berdasarkan datanya saja menjadi bisa ikut merasakan pengalaman ketika berada di lapangan tersebut. Prosesnya terdiri dari 3 tahap, yaitu recording, indexing, dan review. Proses pertama merekam secara audio dan visual geo-registered. Data tersebut diambil dari satelit GPS kemudian dikonversikan kepada video kamera. Sehingga setiap satelit GPS menangkap data di saat yang sama, video kamera juga menangkapnya. Kemudian pada tahap indexing, di sambungkanlah gambar yang ditangkap oleh kamera tersebut kepada komputer dengan mengkonversikannya terlebih dahulu ke dalam bentuk digital. Tahap yang terahir adalah review dimana database yang sudah diindekskan dalap diakses secara audio dan visual.

Aplikasi Video Mapping

Pada dasarnya, manusia merupakan makhluk hidup yang tidak pernah puas. Mereka akan terus menuntut lebih dari apa yang sudah ada sebelumnya. Hal ini termasuk dalam segala hal baik sesuatu yang memang bersifat primer sampai sekunder bahkan tersier. Berarti mencakup makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, teknologi, hiburan, sampaiinformasi. Oleh karena itu dibutuhkan kekreatifan oleh para produsen untuk terus menciptakan inovasi – inovasi baru yang akan memberikan kepuasaan kepada konsumen. Menciptakan produk dan jasa yang inovatif tidaklah cukup jika hanya akhirnya hanya diinformasikan melalui cara-cara yang konvensional seperti mengiklankannya di televisi,media cetak, radio, dan billboard. Seharusnya para produsen juga berpikir lebih maju dengan menggunakan media-media yang lebih interaktif, yaitu dengan menggunakaninternet, katalog, dan media – media lain yang belum sering dilihat oleh konsumen, sehingga ketika melihat barang atau jasa tersebut diinformasikan dengan cara yang berbeda tentunya akan lebih berkesan dan tentunya akan memberikan efek awareness yang lebih dibandingkan dengan cara penginformasian yang biasa. Sebagai salah satu akibat dari perkembangan teknologi komunikasi, sekitar 3 tahun yang lalu di Eropa, teknologi video mapping ini terus dikembangkan mulai dari cara instalasi sampai pengaplikasiannya. Tidak lagi hanya untuk memberikan pengalaman di lapangan yang sudah dipetakan, namun konsep ini juga digunakan sebagai cara baru memberikan informasi yang interaktif. Hasilnya, jangkauan dari aplikasi pasar ini meluas. Video mapping sangat berfungsi dengan baik apabila diaplikasikan dalam bidang pemasaran. Para produsen barang dan jasa, maupun lembaga – lembaga sudah mulai menggunakan video mapping untuk menampilkan atau menonjolkan pesan yang ingin disampaikan. Video mapping merupakan media alternatif dari media promosi luar ruang. Video mapping merupakan tontonan yang menarik dan sangat menghibur karena dapat menghadirkan gambar yang tidak statis dan tampak lebih nyata sehingga akan lebih memberikan kesan dan pesan pun akan lebih menempel pada ingatan khalayak sasaran]. Selain itu, video mapping juga sangat memungkinkan untuk digabungkan dengan beberapa bidang seni lainnya, misalnya musik, teater, tari, fotografi, seni jalanan, dan lain lain. Beberapa kali telah diadakan pagelaran dan festival seni yang menjadikan video mapping sebagai salah satu dalam bagian acara – acara tersebut, baik sebagai acara utama maupun acara pendukung. video mapping juga bisa dilakukan TV shows, konser musik, dan pada beberapa venue, seperti klub malam, bar, pub, dan restauran.
Contoh Video Mapping.
Contoh saat sebuah bangunan tiba-tiba runtuh dan menghilang. Bangunan besar menjadi kanvas hidup. Teknik Video Mapping diproyeksikan ke detail fasad bangunan yang digunakan untuk membuat instalasi video berkualitas tinggi dan ilusi 3D. Dalam cara yang inovatif, objek tidak hanya digunakan sebagai 'layar baru' tapi juga menjadi 'aktor', mempunyai koneksi ke cerita yang diidentifikasi di dalam film.

Lainnya adalah sebuah panggung bergaya Oriental dengan tembok besar yang terbuat dari kayu berukir. Kemudian perangkat lunak pemetaan akan mengambil bagian-bagian dari ukiran tersebut seperti ujung – ujung, pola ukiran, bagian dalam balok, dan lain lain. Ketika bagian-bagian ini sudah dimasukkan ke dalam komputer, dapat terjadi penggabungan antara video klip dan lapisan – lapisan sehingga pada saat diproyeksikan kembali ke ukiran tidak ada cahaya yang berlebihan di setiap ujungnya. Kemudian bisa tercipta dimana pada setiap ukirannbalok kayu tersebut akan muncul secara berurutan gambar dalam bentuk 3 dimensi, misalnya logo yang tumbuh pada pola ukiran, atau bisa juga bunga, bulir – bulir padi, atau buah yang bermunculan di celah – celah ukiran.
Atau bisa kunjungi video berikut : https://www.youtube.com/watch?v=86YCyyOljdE

Sekian dulu ya semuanya apabila ada kesalahan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya ya...

Rabu, 04 Februari 2015

Fungsi Suara Dalam Film




Kamis,05 Februari 2015

Pagi menjelang siang para omnivora... :-D
Kali ini saya akan share tentang Unsur Suara Dalam Film.
Langsung saja tanpa panjang lebar...
 

 UNSUR SUARA DALAM FILM
 

Suara dalam film memiliki unsur–unsur yang dapat dipilah–pilah untuk memudahkan proses penciptaan dan penggarapannya. Unsur-unsur suara ini terbagi menjadi 3 unsur, yaitu: Speech/Percakapan, Musik dan Efek.


SPEECH
 

Speech merupakan unsur suara yang isinya berupa percakapan dari tokoh didalam film. Speech terbagi menjadi 4, yaitu Monolog, Dialog, Narration dan Direct Address.  
Monolog adalah percakapan tanpa lawan bicara, maksudnya adalah ketika seorang tokoh berbicara dengan dirinya sendiri tanpa ada pendengar.
Dialog adalah percakapan dimana tokoh didalam adegan berbicara dengan satu orang lain atau lebih.
Narration/Narasi adalah pecakapan dimana tokoh yang berbicara tidak terlihat didalam frame, yang biasanya dipakai sebagai pengantar adegan. Narasi merupakan pengantar adegan yang efisien untuk menjelaskan permasalahan tanpa perlu melakukan visualisasi. Narasi dapat membangun kredibilitas cerita dan mengajak penonton untuk memasuki permasalahan. 

Direct Address adalah percakapan dimana tokoh didalam adegan berbicara langsung kearah penonton.
 

MUSIK
 

Musik didalam film digunakan untuk menambahkan dramatisasi dalam sebuah cerita, dimana gambar dan suara sudah tidak mampu lagi memperkuat efek dramatis, tetapi apabila gambar dan suara yang ada sudah mampu menampilkan efek dramatis, musik juga dapat dipergunakan untuk lebih memperkuat efek tersebut. Karena dengan menggunakan musik, pembuat film dapat mengendalikan emosi penonton dalam mengikuti cerita. Musik dalam film dapat digunakan untuk menaikan atau menurunkan emosi penonton, sesuai dengan kebutuhan cerita. Kehadiran musik digunakan untuk merangsang dan mengarahkan perasaan sesuai dengan apa yang dilihat secara visual : senang, sedih, takut, tertekan, dan lain-lain.
Sumber dramatis dari musik dalam sebuah adegan dapat bersifat berkaitan dengan adegan, atau fungsional dan realitas.
1. Musik Fungsional, yaitu musik yang digunakan untuk menambahkan dramatisasi didalam film, yang berasal dari luar ruang adegan cerita, biasa disebut musik ilustrasi. Musik yang didengar oleh penonton tidak berasal dari sumber suara dalam adegan maupun didengar oleh karakter dalam adegan.
2. Musik Realitas, yaitu musik yang berasal dari dalam ruang adegan cerita. Fungsinya untuk menciptakan kesan realita, contohnya musik ketika tokoh berada di diskotik. Dalam hal ini, musik yang didengar oleh penonton juga didengar oleh karakter dalam film.
Sumber musik bisa diperoleh dari musik jadi yang dibeli, atau score original.
Musik jadi biasanya dijual dalam bentuk AudioCD, berasal dari kumpulan pustaka musik. Musik dikomposisi dan direkam sehingga dapat digunakan pada editing moduler untuk mengakomodasi panjang scene dan klimaks.
Sumber lain musik adalah dari mengkomposisi secara orisinal dan merekam khusus untuk film yang dikerjakan. Dapat dicapai se-kompleks mengikutsertakan skala orkestra, atau bisa sesederhana dubbing seorang penyanyi.
Dalam mengkomposisikan musik, pada poin yang sama, komposer dan editor akan menciptakan yang disebut sebagai “click track”. Ini merupakan jalur suara yang terdiri dari jalur click yang ditempatkan bersinggungan dengan gambar dengan tujuan menyatukan ritme perpotongan dan klimaks. Click track ini disediakan untuk membimbing komposer, dan selanjutnya, musisi dalam menjaga ketukan dengan film.
Setelah musik telah dikomposisi, langkah berikutnya adalah merekamnya. Untuk skor orchestral, musisi mengatur dan menciptakan iringan di sebuah studio rekaman yang disebut “scoring stage”. Di sana, mereka menyaksikan film dengan layar yang lebar sambil mendengarkan click track dengan headphone. Dibimbing oleh komposer, orkestra memainkan musik sesuai pilihan. Musik kemudian direkam dalam multi-track untuk penggabungan selanjutnya.
Score yang telah dikomposisi kemudian dimainkan oleh seorang pemusik, sedangkan komposer individual bertanggung jawab terhadap keseluruhan jalur suara khusus musik.
 

EFEK SUARA
 

 Efek suara merupakan suara – selain dialog – yang dihasilkan oleh orang ataupun benda, bersamaan dengan suara-suara yang muncul secara alami pada latar belakang. Efek suara dalam film digunakan untuk menekankan informasi yang hendak disampaikan, memberikan kesan realita didalam ruang cerita, menciptakan ilusi dan juga mood dalam cerita. Efek suara bisa berkaitan dengan kejadian di dalam atau di luar screen.
Berdasarkan fungsinya, efek suara dibagi menjadi 2:
1. Efek Fungsional, yaitu efek suara yang digunakan untuk menambahkan efek dramatisasi didalam film.
2. Efek Realitas, yaitu efek suara yang sumbernya berasal dari dalam ruang adegan cerita, digunakan untuk menciptakan realita didalam ruang cerita film.


Berdasarkan jenisnya, efek suara dalam film dibagi menjadi 2:
Spot Effect, yaitu efek suara yang berasal dari suatu sumber suara tertentu, misalnya suara pintu, suara ketukan, suara ban pecah dll.
General Effect, yaitu efek suara yang berasal dari berbagai sumber disuatu tempat, baik jauh maupun dekat, misalnya suara didalam sebuah ruangan (room tone) ataupun suara lingkungan (ambience/atmosphere). General effect masih dibagi lagi menjadi 3:
Yang bersifat background, yaitu suara yang timbul dari lingkungan, jauh maupun dekat, biasanya level suaranya rendah, misalnya suara burung, suasana kantor, ombak dipantai dll.
Dengan kekerasan yang tetap dan durasi panjang (steady state), misalnya mesin pabrik, generator dll.
Yang bersifat intermittent, kekerasannya bervariasi tetapi secara periodik berulang, misalnya suara traffic.
Efek suara dalam film bisa berasal dari 3 sumber:
Production Sound, yaitu efek suara yang direkam dilapangan. Yang direkam bersaman dengan gambar, ataupun juga yang direkam tersendiri disaat tidak sedang dilakukan shooting.
Foley, yaitu efek suara yang direkam pada tahap paska produksi mengikuti gambar.
Sound Library, yaitu kumpulan efek suara yang sudah direkam sebelumnya yang dijual dan bisa dipergunakan dengan bebas.


Sekian dulu infonya gan terimakasih atas kunjungannya
saya ucapkan terimakasih :-)

*SEKIAN*

Selasa, 03 Februari 2015

Pengertian Dummy

Siang gan/sis kali ini saya mau share tentang apa itu "Dummy"
Langsung saja keburu makan siang...Cekidot... :-D


"DUMMY"

Sebuah versi kosong dari dokumen dicetak diusulkan, diproduksi untuk menunjukkan nuansa stok kertas yang telah ditentukan dan ukuran dokumen. Pada pekerjaan lebih mahal lebih besar ini dapat membantu desainer atau pelanggan memutuskan apakah mereka bahagia dengan pilihan mereka kertas.

Litograf cetak (Litho)

Ini adalah pencetakan metode yang menggunakan pelat logam di dalam mesin percetakan. Piring membawagambar yang akan dicetak, yang tinta diterapkan. Hal ini kemudian diterapkan ke kertas saat melewati pers.

Offset printing

Metode pencetakan sangat umum mengacu pada Litho pencetakan di mana kertas tidak benar-benar datang ke dalam kontak dengan piring. Melainkan ditransfer dari piring ke silinder 'selimut' karet dan kemudian ke kertas.

digital printing

Menekan digital menerima data digital dari desain Anda dan mencetak langsung dari itu, tanpa perlu untuk menghasilkan piring atau alat lain seperti. Umumnya metode ini digunakan untuk mencetak lebih pendek berjalan sebagai set up biaya yang lebih rendah dan kualitas tidak selalu sesuai standar Litho. Manfaat utama menggunakan digital printing adalah biaya jangka pendek, kemungkinan item dengan kustomisasi item,

pendaftaran

Ketika dua atau lebih warna yang dicetak bersama-sama, Pendaftaran mengacu pada proses tepatnyamenyelaraskan mereka di atas kertas sehingga gambar yang tajam.

cetak letterpress
Ini adalah 'lega' metode pencetakan di mana permukaan mengangkat diterapkan dengan tinta dan kemudianditekan ke selembar kertas untuk membuat teks atau gambar. Ini hasil dalam teks atau gambar menjadi sedikittertekan ke permukaan. Setelah cara yang umum buku mereproduksi, hari ini umumnya digunakan dalam aplikasikerajinan seperti undangan berkualitas tinggi atau kop surat.

thermographic pencetakan

Untuk mencapai glossy terasa dibesarkan di percetakan (sering di kartu nama) bubuk diterapkan untuk tinta cetakketika sedang basah, dan kemudian dipanaskan dan disembuhkan.

web printing

Ini adalah mencetak menggunakan gulungan kertas kontinyu daripada lembaran individu. Hal ini digunakan untukberjalan cetak yang sangat tinggi, seperti koran.

pernis

Menerapkan lapisan pernis pada permukaan hasil cetak dapat menambahkan sutra, mengkilap atau matt selesai.

UV varnish

Jenis pernis diterapkan untuk memberikan cetak mengkilap yang sangat tinggi pada permukaan dicetak. Hal ini sering digunakan dan disebut sebagai UV Spot, di mana itu diterapkan ke tempat-tempat tertentu di cetak, seperti foto.

self cover

Mengacu pada dokumen mana penutup dicetak pada bahan yang sama seperti halaman teks.

fold format

Ada berbagai format dan gaya untuk melipat dokumen yang lebih kecil, tetapi yang paling umum cenderung: 4 atau6 Halaman Lipat, Gerbang Fold, Lipat Concertina and Roll Lipat.


standar ISO

Bagian yang berbeda dari dunia menggunakan standar yang berbeda untuk ukuran lembar kertas, tetapi sistemyang paling banyak digunakan adalah standar ISO. Ini terdiri dari seri A (misalnya A4) dan seri C untuk amplop(misalnya C4 amplop untuk lembar A4). Ada serangkaian B ukuran menengah untuk seri A tetapi tidak begituumum digunakan. RA dan SRA (misalnya SRA4) lembar digunakan oleh printer dan sedikit lebih besar dari seri A,menyediakan pegangan ekstra dan trim dalam proses pencetakan. Jika Anda tertarik coventions ukuran lain adapanduan yang berguna di situs Toolbox Desainer.

bindings

Saddle Stitch mengikat (stapel)

Bentuk standar mengikat yang menggunakan halaman dilipat dimasukkan ke dalam sampul terlipat, yang semuanya kemudian dijepit melalui flip. Metode ini hanya cocok untuk sejumlah halaman (tergantung pada berat kertas) sebagai menggunakan terlalu banyak akan menghasilkan pekerjaan selesai tekuk dan tidak berbaring datar. Khas menggunakan adalah brosur, majalah dan buku-buku kecil.

mengikat kasus

Metode ini adalah untuk buku minimal sekitar 80 halaman dan memberikan penutup, keras tahan lama. Halamanyang dijahit bersama dengan benang dan kemudian semuanya ditempelkan ke dalam hard cover. Hal ini umumnyametode yang paling mahal mengikat. Khas menggunakan yang hardcover buku dan dokumen



pengikat sempurna

Metode ini sering dipilih untuk tulang datar yang berbeda memberikan, yang berguna untuk dokumen yang akandisimpan untuk referensi di rak. Seperti mengikat Kasus, halaman juga dijahit bersama-sama dan kemudianmenempel ke penutup (tapi tidak sulit) luar yang terpisah. Sering digunakan untuk dokumen atau brosur yang memiliki terlalu banyak halaman untuk Binding Saddle Stitch. Khas menggunakan adalah perusahaan LaporanTahunan dan buku paperback.

Spiral Wire dan Wire-O mengikat

Ini terdiri dari garis lubang-lubang kecil di sepanjang tepi penutup samping tulang belakang. Kemudian, baik kawatSpiral atau Wire-O (loop ganda) kemudian dimasukkan ke dalam lubang. Manfaat utama dari metode ini adalah bahwa hal itu memungkinkan dokumen untuk berbaring datar atau dilipat di atas. Khas menggunakan adalahnotebook dan kalender.

Finishings :

laminasi

Ini adalah lapisan plastik yang sangat tipis yang menutup lembar dicetak dalam baik Matt atau finish Gloss. Mattcenderung menciptakan permukaan tampak sangat halus dan profesional, sementara Gloss menciptakan efek yang sangat bersemangat dan mengkilap. Laminasi sering digunakan untuk meningkatkan daya tahan pekerjaandicetak, tetapi dapat menambah biaya dan dilihat sebagai ekologis ramah karena tidak dapat didaur ulang.

foil blokir
Sebuah teknik dimana foil logam diterapkan pada area spesifik di selembar dicetak (seperti logo) untuk membuatmata penangkapan efek mengkilap. Metode ini menggunakan panas dan tekanan yang terlalu menerapkan foil danhasilnya adalah finish shinier banyak daripada tinta metalik normal. Namun, lebih mahal karena membutuhkan alat khusus yang akan dibuat.



Embossing dan debossing

Efek ini adalah di mana area spesifik aa atau detail pekerjaan yang dicetak (seperti logo) adalah baik dibangkitkan(Embossed) atau ditekan ke bawah (Debossed). Hal ini membuat daerah lebih taktil dan menonjol dibandingdaerah sekitarnya, atau dapat digunakan untuk menunjukkan tampilan yang sedikit 3-dimensi, seperti bevel a.

Die cutting

Teknik ini mengacu pada baik meninju lubang tidak teratur di halaman dicetak atau pemangkasan seluruh lembardengan cara yang tidak teratur. Hal ini membutuhkan alat logam pukulan harus dibuat yang menambah biaya,tergantung pada kompleksitas. Sering digunakan dalam kemasan, di mana bentuk yang tidak biasa perlu dibuat.

enkapsulasi
Ini berarti untuk benar-benar menutup lembaran tercetak dalam plastik bening. Ini memberikan tingkat yang jauhlebih tinggi dari daya tahan dari Lamination dan digunakan pada lencana ID dan permukaan yang perlu dibersihkan.

Sudah dulu ya gan...
See you tomorrow :-D

*SEKIAN*

TEKNIK RECORDING

Rabu,04 Februari 2015

Pagi gaes kali ini saya mau share tentang Teknik Recording

RECORDING ITU APA SIH ?
Recording itu MEREKAM. Merekam audio.

– Apapun audio yang anda rekam ya itulah yang masuk/terekam.
– Audio yang kotor (banyak noise), ya itulah yang anda rekam.

– Audio yang bersih dan tebal, ya itu jugalah yang anda rekam dan dapat di playback lagi hasilnya.

JENIS TEKNIK RECORDING

Secara garis besar, recording bisa dibagi menjadi beberapa kategori. Menurut teknik perekaman dan menurut alat yang digunakan. Menurut alat yang dipakai, rekaman bisa dibagi menjadi dua. Analog dan Digital. Sedang menurut teknik perekaman, bisa dibagi menjadi teknik Live Recording dan Multi track Recording.

1. Live recording
Live recording adalah suatu teknik rekaman dimana seluruh player bermain bersama dalam suatu ruangan dan secara bersamaan pula permainan mereka direkam ke media tertentu. Dari segi biaya, teknik ini lebih murah dari multi track. Beberapa studio besar menetapkan tarif yang sedikit miring untuk live recording. Kelebihan dari live recording kalo menurut saya adalah kita bisa bener-bener mendapatkan feel dan energi dari lagu yang kita rekam. Sedangkan kelemahannya, permainan kita harus bener-bener perfect. Semua personel dituntut untuk menguasai materi dengan benar. Soalnya dalam teknik ini, apabila salah satu personel melakukan kesalahan, proses rekaman harus diulang dari awal. Oleh karena itu para praktisi rekaman tidak merekomendasikan teknik ini untuk para pemula.
(+) lebih murah
(-) permainan harus perfect, apabila salah harus di ulang

2. Multi track recording
Multi track recording adalah teknik perekaman dimana masing-masing instrument direkam secara bergantian. Teknik ini pertama dikenalkan oleh Les Paul, kalo gak salah sekitar tahun 60-an. Dalam teknik ini, playerbisa sedikit santai karena bisa mengulang part-nya berkali-kali. Bahkan dengan keajaiban Digital multi track recording, apabila kita melakukan kesalahan, kita gak perlu mengulang seluruh bagian. Cukup bagian yang salah aja. Beberapa studio kecil mulai memperkenalan multi track ini buat band-band pemula yang mau ngrekam demonya. Tentunya dengan harga yang SUPER miring!

Setelah proses rekaman multi track, kita akan memasuki satu proses yang disebut mixing. Pada proses ini, seluruh bagian yang sudah kita rekam akan digabung menjadi satu keseluruhan. Mixing merupakan bagian yang penting dalam proses rekaman karena ia menentukan hasil akhir rekaman kita. Mixing melibatkan beberapa proses didalamnya. Proses tersebut antara lain: Equalizing; proses pewarnaan sound, Panning; pengaturanstereo, dan reverberation; penambahan efek suara reverb terhadap hasil rekaman.

(+) tidak perlu diulang dari awal

3. Analog
Rekaman dengan cara analog dilakukan dengan menggunakan reel to reel tape. Sistem rekaman ini memerlukan biaya yang besar karena alatnya sendiri juga gak murah. Reel to reel tape ini harganya ada yang mencapai 200 jutaan. Otomatis, hanya studio besar saja yang punya sistem ini. Selain harganya yang selangit, system analog ini juga terkenal rumit dan butuh perawatan yang mahal pula. Terlepas dari system yang ribet dan harga yang selangit, cara analog bisa menghasilkan sound lebih tebal dan hangat.
(+) sound tebal & bagus
(-) mahal dan ribet

4. Digital
Rekaman Digital adalah sistem rekaman yang secara langsung dapat mengkonversi sinyal analog dari instrument dan vocal ke dalam format digital. Media perekaman digital ini dapat menggunakan digital recordermaupun computer. Teknik ini jauh lebih murah dan simpel bila dibandingkan dengan sistem analog. Cukup sebuah computer dengan soundcard yang memadai dan anda bisa langsung tancap gas. Pada awal teknik ini muncul, praktisi rekaman mengeluhkan tentang kualitas sound rekamannya yang tipis. Tapi sekarang hal itu sudah bisa teratasi dengan munculnya berbagai produk preamp (penguat sinyal) yang bagus di pasaran. Dewasa ini, hampir seluruh studio rekaman baik besar maupun kecil lebih memilih digital recording. Karena harganya yang tidak terlalu mahal, digital recording ini akhirnya mendorong orang- orang untuk membuka studio rekaman. Hanya dengan 25 juta kita sudah bisa punya sistem ini.
(+) lebih murah dari analog, hampir semua studio memakainya
(-) butuh soundcard yang di atas rata-rata.

Standard routing signal dari INSTRUMENT/MIC ke SOUNDCARD

1. Jika menggunakan keyboard/sayanthesizer, maka langsung colok output keyboard tersebut ke soundcard. Ke input yang bertuliskan LINE IN. Jangan colok ke input bertuliskan MIC.

2. Jika menggunakan guitar dan bass, colok output dari instrument tadi ke soundcard ke input yang bertuliskan INSTRUMENT IN. Atau DI (Direct Injection) Atau Hi-Z input.

3. Jika menggunakan Microphone, colok out dari mic ke MIC IN.

Bagaimana kalau colok out keyboard ke MIC IN?
Overload (pecah) dan noise bung !!! Kecuali memang anda suka suaranya seperti itu.

Colok dari output Microphone ke LINE IN ?
Bunyinya akan sangat kecil. Bahkan bisa tidak ada suara sama sekali. Kalaupun dikeraskan gainnya, akan ada noise yang lumayan.


Suara yang sudah pecah dan kotor/noisaya akan susah diperbaiki. Jadi prinsipnya, saat merekam itu harus sudah mendapat suara yang bersih tidak noise dan tebal/Full.

SOUND PECAH DAN NOISE: LEBIH BAIK MENCEGAH DARI PADA MENGOBATI Hindari/jangan nyalakan lampu neon/flourescent yang menggunakan trafo ballast saat recording, karena radiasielectro-magnetic nya akan masuk dan mengganggu sinyal yang direkam. Biasanya akan ada bunyi ‘krrrrrrrrrrr’ kecil yang bercampur dengan sinyal audio.

Sekian dan terimakasih, kurang lebihnya saya mohon maaf.

*SEKIAN*

Pengertian Desain Produksi

Sore gan...
kali ini saya mau share tentang apa itu Desain Produksi...

Langsung saja keburu laper nih... :-D





 

Pengertian Desain Produk 
 
Desain produk dapat didefinisikan sebagai generasi ide, pengembangan konsep, pengujian dan pelaksanaan manufaktur (objek fisik) atau jasa. Desainer produk konsep dan mengevaluasi ide-ide, membuat mereka nyata melalui produk dalam pendekatan yang lebih sistematis. Peran seorang desainer produk meliputi berbagai karakteristik manajer pemasaran, manajer produk, industri dan desain insinyur perancang.
Istilah ini kadang-kadang membingungkan dengan desain industri, yang mendefinisikan bidang spektrum yang lebih luas kegiatan desain, layanan seperti desain, desain sistem, desain interaksi serta peran design. Produk perancang menggabungkan seni, ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menciptakan barang-barang tiga dimensi. Peran yang berubah ini telah difasilitasi oleh perangkat digital yang memungkinkan para desainer untuk berkomunikasi, memvisualisasikan dan menganalisa ide-ide dalam suatu cara yang akan diambil tenaga kerja lebih besar di masa lalu.
Desainer produk dilengkapi dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk membawa produk dari konsepsi ke pasar. Mereka harus memiliki kemampuan untuk mengelola proyek desain, dan subkontrak daerah untuk sektor lain dalam industri desain. Estetika dianggap penting dalam Desain Produk tapi desainer juga menangani aspek-aspek penting termasuk teknologi, ergonomi, kegunaan, stres bahan analisis dan rekayasa.

TERIMAKASIH...
Kurang lebihnya saya mohon maaf ya...
SUMBER : http://rizqitoyiblogger.blogspot.com/2013/07/pengertian-desain-produk.html

Senin, 02 Februari 2015

Istilah-istilah dalam gerakan kamera

Siang guys...

kali ini saya akan share tentang macam-macam gerakan kamera

tak usah basa-basi lagi, langsung saja...



Istilah - Istilah Dalam Gerakan Kamera
1. Pan, Panning
Pan adalah gerakan kamera secara horizontal (mendatar) dari kiri ke kanan atau sebaliknya.
- Pan right (kamera bergerak memutar ke kanan
- Pan left (kamera bergerak memutar ke kiri
 
2. Tilt, Tilting
Tilting adalah gerakan kamera secara vertical,mendongak dari bawah ke atas atau sebaliknya
- Tilt up : mendongak ke atas
- Tilt down : menunduk ke bawah
Gerakan tilt dilakukan untuk mengikuti gerakan obyek, untuk menciptakan efek dramatis, mempertajam 
 situasi.
 
3. Dolly, Track
Dolly atau track adalah gerakan di atas tripot atau dolly mendekati atau menjauhi subyek.
- Dolly in : mendekati subyek
- Dolly out: menjauhi subyek
 
4. Pedestal
Pedestal adalah gerakan kamera di atas pedestal yang bisa dinaik turunkan. Sekarang ini banyak digunakan Porta-Jip Traveller.
- Pedestal up : kamera dinaikan
- Pedestal down : kamera diturunkan
Degan menggunakan teknik pedestal up/down kita bisa menghasilkan perubahan perspektif visual dari adegan.
 
5. Crab
Gerakan kamera secara lateral atau menyamping, berjalan sejajar dengan subyek yang sedang berjalan.
- Crab left (bergerak ke kiri)
- Crab right ( bergerak ke kanan)
 
6. Crane
Crane adalah gerakan kamera di atas katrol naik turun.
 
7. Arc
Arc adalah gerakan kamera memutar mengitari obyek dari kiri ke kanan atau sebaliknya.
 
8. Zoom
Zooming adalah gerakan lensa zoom mendekati atau menjauhi obyek secara optic, dengan mengubah panjang focal lensa dari sudut pandang sempit ke sudut pandang lebar atau sebaliknya.
- Zoom in : mendekatkan obyek dari long shot ke close up
- Zoom out : menjauhkan obyek dari close up ke long shot 
 
Kurang lebihnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya ya gan...
 
 
*SEKIAN*

Jumat, 30 Januari 2015

Pengertian 5W+1H

sore bos...
kali ini saya akan share tentang 5w+1H
langsung saja bos...

Menulis berita bukan sekedar mencurahkan isi hati. Sebuah berita harus dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, aktual, dan informatif. Tidak seperti menulis karangan yang mendayu-dayu. Kualitas berita tentu harus memenuhi kriteria umum penulisan, yaitu 5W+1H yang sudah menjadi ‘sego ’ (di luar kepala) buat seorang jurnalis. Selain syarat tersebut, sebenarya ada juga syarat yang juga wajib dimengerti oleh seorang jurnalis, yaitu persyaratan bentuk. Dalam jurnalistik syarat bentuk ini lebih sering dikenal dengan sebutan ‘Piramida Terbalik’. Kenapa disebut Piramida Terbalik, karena bentuknya memang mirip dengan piramida mesir namun posisinya terbalik.

Mengapa kedua hal ini disebut sebagai dasar menulis bagi wartawan. Kedua teknik ini juga bisa, dan memang efektif, dipakai oleh penulis non-wartawan, termasuk bloger

5W=1H adalah singkatan dari “what, who, when, where, why, how,” yang dalam bahasa Indonesia menjadi “apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, bagaimana.” Semua unsur inilah yang harus terkandung dalam sebuah artikel biasa atau berita biasa.

Artikel berbentuk berita memiliki struktur unik: Inti informasi ditulis pada alinea awal (disebut sebagai "lead" atau "teras berita"; biasanya satu hingga dua paragraf), data-data penting menyusul pada alinea-alinea selanjutnya, lalu penjelasan tambahan, dan diakhiri dengan informasi lain yang bukan bersifat informasi utama. Inilah yang disebut sebagai piramida terbalik.

Piramida Terbalik adalah sebuah struktur penulisan atau bentuk penyajian sebuah tulisan yang umum dilakukan seorang wartawan. Kenapa harus menggunakan metode Piramida Terbalik, tentu maksudnya adalah agar pembacara dapat segera mengetahui inti dari berita yang ingin diketahuinya. Apalagi disaat seperti sekarang yang serba cepat. Berita online misalkan, sebaiknya dalam menyampaikan berita langsung ke pokok beritanya. Informasi- informasi penting (inti) disajikan di awal paragraf, selanjutnya informasi pendukung mengikuti paragraf berikutnya.

Bagi pembaca sebuah artikel, piramida terbalik memudahkannya menangkap inti cerita, sebab informasi yang paling pokok langsung dibeberkan sejak alinea-alinea awal.

Bagi wartawan maupun redaktur, akan memudahkan dalam penulisan dan editing berita, karena mereka lebih fokus pada pokok pikiran berita yang mereka tuliskan. Sedangkan redaktur pun akan sangat mudah dalam menyunting ataupun memotong berita, tinggal menghapus paragraf-paragraf akhir yang dianggap tidak terlalu penting. Sedangkan bagi media dengan penulisan Piramida Terbalik ini, akan menghemat space halaman.


a) Who (siapa)

Merupakan pertanyaan yang akan mengandung fakta yang berkaitan dengan setiap orang yang terkait langsung atau tidak langsung dengan kejadian. Disni akan terliha, nama-nama yang terlasuk dalam lingkup berita yang seadang dibicarakan.

b) What (apa)

Merupakan pertanyaan yang akan menjawab apa yang terjadi dan akan mendorong wartawan untuk mengumpulkan fakta yang berkaitan dengan hal-hal yang dilakukan oleh pelaku maupun korban dalam suatu kejadian.

c) Why (mengapa)

Akan menjawab latar belakang atau penyebab kejadian. Meski jarang, why bisa dipakai untuk membuka sebuah berita atau menjadi lead berita.

d) Where (dimana)

Menyangkut tempat kejadian. Tempat kejadian bisa tertulis detail atau hanya garis besarnya saja. Biasanya, bila berita berasal dari tempat terkenal, maka penulisannya tidak terlalu mendetail.

e) When (Bilamana)

Menyangkut waktu kejadian. Waktu yang tertera tidak sebatas tanggal, tapi dapat ditulis hari, jam, bahkan menit saat berlangsung sebuah kejadian.

f) How (bagaimana)

Akan memberikan fakta mengenai proses kejadian yang diberikan. Bisa menceritakan alur kejadian bahkan suasana saat suatu kejadian yang diberitakan tengah berlangsung.

Dari keterangan diatas, dapat disimpulkan bahwa berita adalah laporan tercepat mengenai fakta atau ide terbaru yang benar. Berita memiliki daya tarik, aktual dan akurat dan atau dianggap penting bagi sebagian besar penduduk dan diterbitkan melalui media berkala. Berita yang ditulis, sebaiknya memuat struktur berita.

Sudah dulu ya bos...sudah capek saya :-D
Kurang lebihnya saya mohon maaf ya bos...

* SEKIAN *